Google+

[EVENT] Seminar Tracer Study – Sosialisasi dan Sharing 2014

Leave a comment

February 23, 2016 by ITBCareerCenter

Pada hari Senin (17/11/2014), ITB Career Center mengadakan Seminar Tracer Study: Sosialisasi & Sharing. ITB Career Center memfasilitasi pertemuan seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk sharing mengenai teknik, metode dan strategi pelaksanaan Tracer Study yang ada di ITB, khususnya sharing berkaitan dengan strategi, dan tips untuk memperoleh responden yang banyak. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, perguruan tinggi di Indonesia akan semakin baik dalam melaksanakan Tracer Study.

Seminar Tracer Study: Sosialisasi & Sharing 2014 dibuka oleh Rektor ITB yaitu Bapak Prof. Dr. Akhmaloka. Dalam sambutannya, beliau berkata yaitu tujuan diadakannya Seminar Tracer Study adalah untuk meningkatkan sistem riset Tracer Study yang sudah dilaksanakan di ITB. Jika sistem di ITB bisa dipakai oleh perguruan tinggi lainnya, tentu pengguna sistem itu dapat memberi masukan dan kritik.

IMG_4103

 

Acara selanjutnya diisi oleh Bapak Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT, selaku Direktur ITB Career Center dan sebagai pembicara. Sesi pertama di buka dengan materi “Pemaparan Analisis dan Hasil Pelaksanaan Tracer Study ITB 2014”.

Pak Bambang mengawali materinya dengan menceritakan perjalanan perkembangan Tracer Study ITB. Tahun 2010 setelah diangkat menjadi pejabat, untuk baru pertama kali diberi wenang untuk mengelola Career Center oleh Bapak Bryan, ada undangan dari dikti tentang tracer study, kalau bahasa jawanya itu saya planga-plongo sama seperti apa yang tadi disampaikan oleh Bapak Rektor, apa itu tracer study. posisinya benar-benar 0. Mungkin barang kali saya menduga juga masih cukup banyak dosen yang kalau memang benar-benar sebagai dosen dalam bidangnya di jurusannya masing-masing misal, mungkin posisinya juga sama seperti saya. mungkin itu diantara persoalan tracer study di Indonesia itu pemahaman kami termasuk khususnya di bidang Perguruan Tinggi belum merata, banyak yang masih belum tau. apalagi itu nanti termasuk tentang metedologi strata, dan lain-lain.

Waktu itu sempat ditanyakan tentang waktu tunggu misalnya, berapa waktu tunggu alumni ITB untuk mendapatkan tempat kerja pertama. Itu baru tahun pertama, saya bingung akhirnya kita mencari data di kantor melalui data base ternyata sekitar 7 bulan, itu kita mencari secara manual. kenapa ITB lama sekali 7 bulan ? Saya fikir ini pasti ada yg salah. yang mencari kerja melalui Career Center 70%, jadi yg mencari itu tidak semuanya, yang lainnya mencari ke yg lain. kemudian belajar cepat kemudian harus membaca harus ikut seminar, saya banyak belajar dari UI dan sangat mengapresiasi, dan UI sudah lebih dulu mungkin sudah tahun ke 6 atau ke 7, jauh lebih dulu dan memang UI bekerjasama dengan dikti untuk membuat workshop tentang tracer study. dan kami harus mencoba mulai dari yang kami bisa pada prodi-prodi jadi tidak terpusat. pada waktu itu kami memulai dengan cara yg paling sederhana mengirim email, 3 prodi waktu itu masih Wakil Rektornya Pak Charmadi. tolong dibantu yang mau akreditasi ABET cuma 3 prodi paling tidak akan jauh -jauh 20% sudah lumayan 40%.

Kami buat sistemnya online, tadinya menggunakan server lain tetapi karna banyak masalah, kami bikin sendiri juga akhirnya. kemudian setelah itu baru kami mulai seluruh ITB seluruh prodi, datanya bagus, 33%, 49% kemudian tahun 2013 74% dan yang terakhir kmaren ini 80,2%.

Mengapa kita sebut sosialisasi dan sharing, sebetulnya begini sosialisasi itu untuk yang hasil-hasilnya khususnya juga untuk internal ITB sendiri tapi yang awal tahun lalu juga sosialisasi tapi yang dari ITB hadir hanya 55 orang, jadi tahun ini kami coba buka untuk sosialisasi dan sharing dengan yang lain. kami juga tidak bermaksud untuk mengajari bapa ibu dari perguruan tinggi lain, kami hanya mencoba untuk share apa yang sudah kami lakukan. kami banyak belajar dari yang memang sudah banyak pengalaman dari 30- tahun melakukan tracer study. berasal dari mana tracer study itu ada di dalam studi tentang output dan outcomes di dalam Perguruan Tinggi.

Ini sebetulnya masalah kekurangan kita ini dari indonesia itu klowledgenya, metodeloginya. Ini yang perlu juga dipahami, kemarin kebetulan saya diundang dari UNPAD untuk melakukan penjelasan jelaskan tentang konsep, urgency, bagaimana meningkatkan respontif, itu masih ada kemungkinan-kemungkinan seperti ini, mungkin tracer study itu dimana, apa bedanya dengan bedanya dengan begitu lulus langsung di trace, itu namanya bukan tracer study tapi exit survey. tracer study itu adanya dimana.

kemudian ada pertanyaan, kenapa tidak 10 atau 20 tahun tidak di trace. kalau seperti itu relefansi nya nanti dianggap sudah terlalu jauh dengan pendidikan tingginya, kalau seperti itu nanti apa kompetensinya. itu sudah tidak cocok lagi. jadi yang paling tepat itu seperti juga yang sudah di rumuskan Internasional dan juga nasional Indonesia, tracer study itu ada di 1-2 tahun setelah lulus itu internasional, dan 1-3 tahun setelah lulus itu menurut dikti, itu tracer pertama after graduation. Tentu saja saya sudah appreciate juga dengan mereka ini UI melalukan tahap ke 2 ITB sendiri baru tahap pertama baru mungikin tahun depan yang kemaren yang pertama tahun 2014 jadi tahun depan baru di trace lagi. itu akan bisa membaca lagi membaca career pathnya atau perjalannya. dulu wirausaha sekian persen nanti mungkin bisa bertambah lagi. bisa membaca perjalanan alumninya. objektif dari tracer study, di Indonesia itu kalau mau akreditasi itu paling banyak mencari data tentang tracer study alumninya, kita belum terlalu merasa kalau ini data yang sangat penting. kita bisa mengevaluasi relefansi dari universitas itu, untuk infomasi kepada student, orangtua, dosen, staf, sangat penting untuk HRD employer, harus sangat di perhatikan. evaluasi pendidikan itu sangat penting.

Processed with Moldiv

Untuk webnya tersendiri kami bikin, Bapak dan Ibu bisa buka sistemnya saja, webnya sendiri ada. nanti ambil dari mana aja. kalau kami domainnya pake itc.ac.id, kebetulan memang kalau di kantor kita memang sudah punya server sendiri. itu memang segera kita benahi peluang itu nanti untuk erorr atau terbiarkan tertutupi barangkali yg tidak bisa membuat online sendiri bisa terpecahkan. tapi kami paling enak kalau ada erorr bisa kami memperbaiki sendiri. ya ada kendala tersendiri, mandiri. kalau ada abcd yang erorr, kalau ada sistemnya yang error bisa kita perbaiki dari lock-lock nya kita perbaiki semuanya. bisa juga di akses dari gadget, terutama itb career center kita sudah punya aplikasinya bisa download aplikasinya di android.

Merancang struktur ini kalau struktur ITB silahkan disesuaikan dengan kondisi pribadi masing-masing ini sangat opsional, beda-beda silahkan disesuaikan. di rekomendasikan oleh temannya sendiri, nanti kita hubungi misalnya ada bisa juga di rekomendasikan oleh teman-temannya misalnya rekomendasikan ketua angkatannya, yang memiliki komunikasi baik dengan teman-temannya, yang memiliki komunikasi bagus kita pilih. yang penting mampu memberi motivasi dan dorongan-dorongan. mudah dihubungi oleh tim di sekertariat. memiliki waktu yang sangat luang. hampir semuanya ada, jadi itu menurut saya potensi paling bagus. berdomisili tidak jauh dari bandung. rata-rata Bandung-Jakarta, kemudian disini masing-masing prodi tiap angkatan lebih dari 100, misal mesin 1 angkatan itu 180, kita ambil 1 atau 2 itu pun usulan dari mereka. sehingga mereka ikut memberikan masukan, mereka memahami dengan baik. mereka ikut memikirkan ini, ikut bertanggung jawab untuk membangun ini menjadi lebih baik, juga saling share. meskipun hanya dengan honor 1.5jt mreka ikut memikirkan ini semua.

Kalau ini pelajaran pelatihan, kita juga untuk staff international convertation kita ikut sertakan, seminar, karena terus terang wawasan itu kurang, kalau staff kurang bagus ya bagaimana. pengetahuan belum lengkap datanya lemah. staff sudah dibangun wawasan sudah bagus kalau suatu saat kalau saya sudah tidak di Career center siapapun yang menggantikan tidak masalah. sarana wawasan SDM sudah bagus sudah merata.

Kordinasi dengan surveyor, dipekan kesekian yang sudah mengisi berapa banyak, mereka untuk biaya komunikasi kita beri 150 ribu untuk 3 bulan. banyak usulan dari mereka abcd kita dengerkan jadi peran surveyor juga, mereka kita kasih pembekalan, bisa baca laporannya.

Metodelogi kami sangat pariatif kalau yang ITB pakai email, sms, telephon, kuisioner online bulan ke 1, 2 dan ke 3. saya tidak bisa sebutkan satu persatu tapi ya generalnya memang kita rancang. saya merasa kalau bicara internasional indonesia memang harus bisa tracer study dibanding dengan negara-negara lain. saya dulu pernah tinggal di jepang 4 tahun untuk sekolah S3, di jepang org sana tidak menggunakan facebook kenapa karena mereka menggunakan sosial media yg sesuai dengan culture mereka, sedangkan di indonesia itu untuk conecting people. kami menggunakan semua media sosial, join ke facebook, instagram, twitter, wordpress kita punya dan lain-lain. kita mainkan, itu lah hari ini. potensi luar biasa kalau negara lain tidak, itu harus di jalankan dengan baik, manfaatkan. belum lagi ITB untuk memanfaatkan dengan angkatan bisa menggunakan media media sosial, kalau di negara lain itu formal. akrabnya luar biasa. di ITB itu kalau ada wisuda tiap angkatan itu pasti ada seperti ada pesta himpunan. kita gunakan itu untuk bsia mengakses data. ikatan dengan angkatan harus kita manfaatkan dengan sebaiknya, mungkin ini tidak ada di universitas bapa-ibu lainnya.

Indonesia sangat bisa, saya yakin. metodelogi kami kaitkan dengan kulture Indonesia dan karakteristik universitas, kami tentu tidak melenceng jauh dari koridor yang seharusnya.

DSCN0743

 

 

 

 

 

 

 

Berikut adalah hasil tanya jawab :

Topik 1 : PEMAPARAN ANALISIS DAN HASIL PELAKSANAAN TRACER STUDY ITB 2014

Presenter : Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT

No. Nama (Pendidikan Tinggi) Pertanyaan/ Komentar/ Masukan Jawaban / Tanggapan
1. (Perbanas Institut Jakarta)
  • Kiat apa yang dilakukan agar tracer study tidak hanya sebatas pengisian borang?
  • Tahapan krusial apa yang perlu dilakukan setelah pelaksanaan tracer study?
  • Pemerataan pengetahuan atau pemahaman mengenai Tracer Study.

Pemahaman yang kurang dapat menyulitkan tracer study, sebagai contoh di ITB 2 tahun yang lalu, kurangnya pemahaman mengenai Tracer Study, mengakibatkan pelaksanaan Tracer Study langsung dilakukan oleh program study yang berkaitan.

Dan karena kesibukan masing-masing program studi, seringkali analisis tracer study yang dihasilkan tidak optimum.

  • Tahapan berikutnya adalah sosialisasi dan sharing (progresi, kelemahan, dan sebagainya)
2. Agung Sugeng Widodo(Universitas Brawijaya)
  • Bagaimana teknik untuk meningkatkan response rate?
  • Apakah Surveyor Tracer Study adalah volunteer? Bagaimana teknik untuk meningkatkan response rate menggunakan surveyor?
  • Jumlah responden yang kurang menyebabkan analisis yang tidak akurat. Bila dipandang dari sisi responden, pengisian kuesioner Tracer Study bukanlah seuatu kewajiban. Seringkali minimnya motivasi mengakibatkan tidak terisinya borang. Salah satu teknik yang digunakan oleh ITB adalah pengangkatan surveyor. Surveyor merupakan inovasi pelaksanaan Tracer Study. Surveyor bertugas untuk melakukan pendekatan yang baik terhadap responden.
  • Surveyor merupakan perwakilan angkatan yang disurvei. Pengangkatan surveyor menggunakan SK resmi yang ditandatangani wakil rector. Sehingga surveyor mendapatkan hak honor setelah pelaksanaan Tracer Study .
3. Politeknik Negeri Semarang
  • Dibuku Tracer Study ITB terdapat pernyataan bahwa Tracer Study ITB angkatan 2007 memecahkan rekor, Apakah terpecahkannya rekor ini hanya sebatas angkatan yang telah disurvei intern ITB? Ataukah sudah dibandingkan dengan universitas lain?
  • Menurut DIKTI, responden tracer study aalah alumni yang telah lulus 1-3 tahun sebelumnya. Lalu mengapa ITB menggunakan angkatan 2007 untuk Tracer Study 2014?
  • Jumlah Responden Tracer Study 2014 adalah jumlah tertinggi bila dibandingkan dengan responden Tracer Study tahun-tahun sebelumnya maupun jumlah responden Tracer Study di universitas Negara manapun.
4. Purnomo Pujinati(Universitas Diponogoro Semarang)
  • Apakah ada penjejakan kembali untuk alumni yang pernah dijadikan responden Tracer Study di tahun sebelumnya?
  • Di salah satu slide persentasi terdapat pemaparan mengenai alasan mengapa responden tidak bekerja? Dalam pengisian kuesionernya, apakah alasan-alasan tersebut di jadikan pilihan ganda ataukah berupa isian?
  • Target responden Tracer Study setiap tahunnya berubah. Dan bila dilakukan pen-trace-an kembali (Survey Tracer Study ke-2), responden tidaklah mengupdate data diri melainkan mengisikan data diri kembali.
  • Pertanyaan dalam kuesioner ada beberapa yang berbentuk essay dan ada bebrapa yang berupa pilihan ganda. Kuesioner yang dibangun merupakan hasil adaptasi lingkungan ITB.
5. Anne (Universitas Pendidikan Indonesia)
  • Seberapa besar adaptasi instrument Tracer Study ITB terhadap instrument yang disarankan oleh DIKTI?
  • Bagaimana Tracer Study ITB menanggulangi kuesioner tambahan dari program studi-program studi di ITB?
  • Apakah dasar penentuan responden?
  • Kuesioner kami, memberikan space 1 atau 2 halaman untuk menampilkan pertanyaan-pertanyaan tambahan dari program studi, yakni halaman ke -6 dan ke-7.

Pertanyaan program studi tersebut akan muncul sesuai dengan program studi alumni yang sedang melakukan pengisian

  • Sejauh mana data yang dapat diambil dan memberikan hasil yang paling baik (valid) maka range itulah yang dipilih (baik range angkatan maupun range angka tahun kelulusan). Namun berdasarkan kondisi sosial di Indonesia, angkatan lebih erat daripada tahun kelulusan. Melalui media sosial dan perkembangan teknologi lainnya, anggota dalam satu angkatan lebih erat berkomunikasi sehingga penjaringan data dianggap lebih mudah dan bagus. Karakter di Indonesia, angkatan masih sering berhubungan sampai bertahun-tahun sehingga mengakses informasi akan lebih mudah, khususnya di ITB karena terjadi ospek dan reuni sering dilakukan.
6. Fauzi,(Teknik Mesin ITB)
  • Bagaimana cara mengevaluasi kembali data yang telah masuk dari responden? Bukankah dalam pelaksanaanya data diri responden dan data responden yang dibutuhkan oleh pihak Tracer Study dipisahkan?
  • Apakah ada reward untuk meningkatkan response rate?
  • Apakah ada pertanyaan yang berbentuk essay dalam kuesioner Tracer Study?

SARAN :Grafik penggunaan line chart di bab 3, 4 dan 5 tidak tepat. Karena kebanyakan chart tidak ada kepentingan melihat trendnya. Akan lebih baik menggunakan bar chart.

Akan lebih baik jika saran berdasarkan survey Tracer Study juga ditampilkan dalam slide, bukan hanya di buku

  • Tracer Study ITB memiliki data lengkap mengenai data diri dan data lainnya dari responden. Akan tetapi data diri responden tidak di share ke public dan bersifat rahasia, sesuai dengan perjanjian kami dengan responden yang berkaitan.
  • Kiat mendapatkan data responden yang banyak dan valid adalah dengan memanfaatkan surveyor. Tugas utama surveyor adalah meng-update data terbaru. Di tiap angkatan ada surveyor sehingga akses informasi menjadi lebih mudah. Akan lebih sulit jika dari ITB Career Center sendiri menghubungi alumni satu per satu (meminta alamat e-mail, update data rutin, dan sebagainya)
  • Tracer Study ITB menggunakan sistem reward baik untuk responden maupun surveyor.
  • Terimakasih untuk saran yang diberikan, akan kami perbaiki ditahun depan.
7. Mukhlis(Matematika ITB) TANGGAPAN : Pemilihan angkatan sebagai target responden merupakan pemilihan yang dianggap benar.

  • Apakah perlu dilakukan pengkajian ulang untuk penentuan angkatan yang disurvey? Apakah survey Tracer Study dengan selang waktu survey 7 tahun dari ketika angkatan masuk itu merupakan waktu yang optimum?karena untuk akreditasi, contohnya ABET, tracer study dilakukan dengan responden  awal karir (PEO) 3-5 tahun setelah lulus.
  • Pada pemaparan kategori perusahaan, hanya dijelaskan pengelompokkan perusahaan lokal, nasional, dan multinasional tapi tidak dijelaskan mengenai domisilinya

(misalnya anggapan bekerja di perusahaan lokal untuk seseorang yang berdomisili di Malaysia dan bekerja di Malaysia)

  • Apakah alumni menyantumkan sertifikasi pekerjaan ketika menjawab jenis pekerjaan di pengisian kuesioner
  • Tracer Study ITB memiliki data domisili setiap alumni, akan tetapi tidak dipaparkan pada presentasi. Hal ini dikarenakan data domisili belum dianalisis lebih lanjut.
  • Induk kuesioner Tracer Study belum mencakup hal-hal yang berkaitan dengan sertifikasi. Untuk kelengkapan kami, akan kami coba untuk mendata sertifikasi pekerjaan responden di survey berikutnya, Terimakasih untuk tanggapannya
8. Fitra(Universitas Sriwijaya)
  • Terkait survey kepuasan pengguna, apakah tindak lanjut menanggapi gap antara kepentingan dengan kepuasan pengguna
  • Hasil data akan dianalisis dan kemudian di-report. Hasilnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan kampus dalam mengembangkan diri ke depannya.
9. Ihsan(STEI ITB) TANGGAPAN : Dari kacamata program studi, sering kali variasi diberlakukan untuk setiap angkatan, contohnya kurikulum.  Pemilihan angkatan sebagai target responden merupakan pemilihan yang dianggap benar.Salah satu langkah yang perlu dicoba untuk meningkatkan rate responden Tracer Study  adalah memanfaatkan event-event angkatan, seperti Halal biHalal Event-event alumni seringkali hanya dihadiri oleh kelompok-kelompok alumni tertentu, seperti kelompok alumni yang sudah sukses. Sedangkan, survey Tracer Study adalah survey sensal, bukan hanya kelompok tertentu.Terimakasih untuk tanggapan dan sarannya.
10. Kusnandar(Universitas Sebelas Maret)
  • Bagaimana posisi dan peran surveyor? Karena Universitas Sebelas Maret pernah memberlakukan surveyor, akan tetapi pengertian surveyor di universitas ini adalah mendatangi langsung alumni yang belum mengisi kuesioner online untuk melakukan pengisian kuesioner. Karena tersebarnya alumni, kendala yang dihadapi saat melakukan survey tersebut adalah anggaran.
Surveyor sebagai media untuk memvalidasi data. Permohonan pengisian kuesioner hanya dikirim dari kantor secretariat Tracer Study, akan tetapi alamat pengiriman merupakan hal yang sangat penting. Disinilah surveyor mengambil peran, yakni memvalidasi data target responden.Surveyor merupakan perpanjangan tangan Tim Tracer Study, oleh karena itu pengetahuan masing-masing surveyor mengenai tracer study haruslah tinggi.Menghimpun data menggunakan pos atau menghampiri langsung responden sangatlah sulit, dan mengeluarkan biaya yang besar, untuk menanggulanginya permohonan pengisian kuesioner dapat dilakukan menggunakan media sosial.
11. Bambang(Politeknik Negeri Bandung)
  • Apakah kualifikasi surveyor agar mendapatkan surveyor yang mampu mencari data yang diinginkan oleh tim research?apakah harus ketua angkatan?
  • Bagaimana cara mencek validasi data?
Surveyor merupakan perwakilan angkatan, tidaklah harus ketua angkatan.Untuk kemudahan komunikasi, ada baiknya untuk merekrut surveyor yang masih tinggal di dalam negeri.
12. Obed(Universitas Nusa Cendana)
  • Apakah alumni institusi lain dapat memanfaatkan ITB Career Center untuk mencari pekerjaan
Bisa dilakukan dengan mendaftar keanggotaan ITB Career Center. Hanya saja dikenakan biaya bagi universitas lain, sedangkan untuk dalam ITB tidak dikenakan biaya keanggotaan
13. Amin(STEI ITB)
  • Kapan program studi dapat mengakses lebih lanjut mengenai data tracer study? Karena masih banyak data yang perlu digali lebih lanjut mengenai data alumni, seperti tingkat kecocokan perkuliahan dengan pekerjaan.
  • Mengapa dalam survey kepuasan pengguna hanya terdapat responden perusahaan industry? Padahal banyak alumni ITB yang bekerja sebagai akademisi?
  • Berapa persen signifikansi perusahaan yang tergabung di survey kepuasan pengguna? apakah ada pembobotan lebih untuk perusahaan yang 10% karyawannya berasal dari ITB bila dibandingkan dengan perusahaan yang hanya 5% dari karyawan totalnya adalah alumni ITB?
  • Berapa tingkat kepercayaan data survey Tracer Study?

SARAN: Membuat rekapitulasi data Tracer selama 5 atau 3 tahun. Sehingga bisa dilihat kemonotonan datanya

  • Data alumni yang diperoleh Tracer Study sudah cukup lengkap, termasuk dta perusahaan tempat alumni bekerja.

Program studi juga dapat mengakses data alumni tersebut, akan tetapi setelah dipilah terlebih dahulu oleh tim tracer study.

  • Sulitnya mendapatkan responden untuk survey kepuasan pengguna selalu menjadi alasan tidak dilaksanakannya survey tersebut, ITB melihat TKT ITB adalah peluang untuk menanggulangi kendala tersebut. Akan tetapi, akibatnya, responden survey ini terbatas pada perusahaan swasta dan BUMN saja. Kedepnanya akan dicoba untuk mengembangkan responden survey pengguna.
  • Survey tracer study adalah survey sensus bukan sampling sehingga tidak menggunakan tingkat keprcayaan
14. Adib(Institut Sains & Teknologi Nasional Jakarta)
  • Apakah ada tracer study untuk kelas lanjutan/ extension? Karena pada dasarnya tracer study hanya diberlakukan untuk kelas reguler
  • Alumni dari ITB adalah mahasiswa regular ITB. Saran dari kami adalah pengadaan kohort, untuk yang regular dan ekstension
15. Rahmatullah (UI)
  • Mengapa responden dari pelaksanaan Tracer Study adalah angkatan? Karena bila target respondenadalah angkatan, waktu lulusannya beda, masih relevankah?
  • Bagaimana mengkomparasi hasil analisa tracer study ITB bila target respondennya berbeda dengan Perguruan tinggi lain?
  • Salah satu etika pengisian kuesioner Tracer Study adalah tidak memaksa responden untuk mengisi. Akan tetapi mengapa pengisian kuesioner Tracer Study ITB menghasruskan responden mengisi seluruh pertanyaan kuesioner(tidak dapat lanjut ke halaman berikutnya bila terdapat pertanyaan yang belum dijawab)?
  • Kelompok yang dijadikan responden angkatan ataupun kelompok lulusan adalah sebuah pilihan, bukan sesuatu yang mutlak.

Melihat kondisi lingkungan kampus ITB, pemilihan responden dari kelompok angkatan adalah pemilihan yang tepat.

  • Variasi dari tracer study yang dilakukan oleh pendidikan tingi tidak hanya dari kelompok responden, oleh karena itu untuk komparasi perlu dilakukan diskusi lebih lanjut.
  • Jawaban kuesioner yang dibangun oleh Tracer Study dioptimalkan dapat mencakup seluruh kemungkinan jawaban., bahkan pilihan untuk tidak menjawab (dan lain-lain). Oleh karena itu, sehingga alumni dapat tetap mengisi kuesioner meskipun tidak berkenan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

Topik 2 : Pemaparan Teknik Dan Metodologi Pelaksanaan Tracer Study ITB

Pembicara : Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT

No. Nama(Pendidikan Tinggi) Pertanyaan/ Komentar/ Masukan Jawaban / Tanggapan
1. Politeknik Negeri Semarang
  • Apakah Tracer Study ITB hanya diberlakukan sebagai survey alumni S1 ITB?
  • Bagaimana metode cross check dengan perusahaan untuk mempertahankan kredibilitas data mengenai kesesuaian bidang studi dengan pekerjaan?
  • Target responden tracer study ITB sampai saat ini adalah slumni ITB di program S1
  • Pertanyaan kesesuaian bidang studi dengan pekerjaan merupakan pertanyaan yang diajukan baik di survey kepuasan pengguna maupun survey Tracer study. Oleh karena itu sisi pandang dari kedua belah pihak dapat digambarkan.
2.
  • Apakah surveyor dapat melakukan crosscheck data? Sejauh mana keterlibatan program studi dalam pelaksanaan Tracer Study?
  • Adakah feedback dari responden yang telah mengisi kuesioner Tracer Stud?
  • Surveyor tidak dapat mengakses data isian kuesioner alumni lainnya. Surveyor hanya menjadi media penghubung bagi Tracer Study dengan calon responden.
  • Program studi dalam pelaksanaan Tracers Study merupakaan salah satu sumber data awal alumni (calon responden). Program studi juga dapat melampirkan pertanyaan tambahan untuk masing-masing alumninya di survey Tracer Study.
3. Irma(Telkom University)
  • Apa sajakah kriteria surveyor? Apakah surveyor dipilih secara acak?
  • Bagaimana bila prodi (via  pembimbing) dilibatkan dalam pelaksanaan Tracer Study (pembimbing diberlakuakn sebagai surveyor)?
  • Berapa waktu pengisian kuesioner Tracer Study?
  • Surveyor merupakan perwakilan angkatan yang bersedia terlibat menghimpun data teman-teman alumninya selama kegiatan survey Tracer Study untuk angkatannya. Pada awal perekrutan, calon surveyor ditawarkan dan ditanyakan kebersediaanya dengan ditunjukkan terlebih dahulu hak dan kewajiban seorang surveyor. Calon surveyor berhak menolak bila tidak bersedia, namun kondisi tersebut sangat jarang terjadi dikampus ITB.
  • Melibatkan program studi dalam pelaksanaan Tracer Study merupakan usulan yang sangat baik. Akan tetapi perlu dilakukan penyesuaian lebih lanjut dengan survey yang akan ditinjau.
  • Lama waktu pengisian kuesioner tracer study adalah kurang lebih 15 menit.
4. Yenni(Universitas Kristen Maranatha Bandung)
  • Bagaimana cara Tracer Study ITB menghimpun data selama 3 tahun untuk mengamati 1 angkatan ITB?
  • Tracer Study ITB hanya melakukan pengisian kuesioner selama 3 bulan untuk angkatan tertentu, bukan melakukan penelitian selama 3 tahun untuk angkatan tertentu.
5. Dedi(Universitas Lampung)
  • Apakah surveyor memberikan kuesioner bagi teman-teman alumni nya via hardcopy ataupun mencantumkan link pengisian kuesioner?
  • Berapa lama waktu pengisian kuesioner Tracer Study?  Apakah sudah mempertimbangkan tingkat kejenuhan responden mengisi kuesioner karena terlalu banyaknya pertanyaan? Bagiamana dengan tingkat validasinya?
  • Surveyor tidak memberikan kuesioner secara langsung ke alumni yang lainnya. Surveyor hanya meminformasikan mengenai pengisian kuesioner ke alumni dan mengupdate data alumni ke pihak secretariat Tracer Study ITB.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kuesioner Tracer Study ITB adlaah 15 menit. Sistem online yang dikembangkan mampu menyimpan data meskipun data yang diisi alumni belum selesai 100%. Oleh karean itu, bila alumni tidak dapat melanjutkan pengisian kuesioner, karena alasan apapun, alumni dapat langsung keluar dari sistem online tersebut. Dan bila alumni tersebut ingin melanjutkan pengisian kuesioner, sistem hanya akan menampilkan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.
6. Baziedy (Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Yogyakarta)
  • Bagaimana cara menghimpun perusahaan-perusahaan agar mengisi kuesioner untuk survey kepuasan pengguna?
  • Bagaimana cara agar perusahaan hanya memberikan data pengamatan atas karyawan yang berasal dari angkatan tertentu di ITB?
  • Survey kepuasan pengguna dilakukan ketika ITB menyelenggarakan TKT. Sehingga dalam waktu singkat, jumlah responden perusahaan dapat dihimpun. Perusahaan yang tergabung di TKT ITB merupakan perusahaan-perusahaan yang pada umumnya merekrut alumni ITB dalam jumlah yang besar.
  • Penilaian yang diberikan perusahaan tidak terbatas untuk angkatan tertentu. Perusahaan hanya memberikan pendapat mengenai karyawan-karyawannya yang berasal dari ITB.

Topik 3 : Pemaparan Strategi Dan Tips Peningkatan Jumlah Responden Tracer Study

Pembicara : Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT

  • Agenda 1 : Sambutan dan pembukaan oleh Prof. Dr. Akhmaloka (Rektor ITB)
  • Agenda 2 : Presentasi Sesi I

Topik 1 : PEMAPARAN ANALISIS DAN HASIL PELAKSANAAN TRACER STUDY ITB 2014

Presenter : Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT

Moderator : ODAH, ST., MT

Tanya Jawab:

No. Nama (Pendidikan Tinggi) Pertanyaan/ Komentar/ Masukan Jawaban / Tanggapan
1. (Perbanas Institut Jakarta)
  • Kiat apa yang dilakukan agar tracer study tidak hanya sebatas pengisian borang?
  • Tahapan krusial apa yang perlu dilakukan setelah pelaksanaan tracer study?
  • Pemerataan pengetahuan atau pemahaman mengenai Tracer Study.

Pemahaman yang kurang dapat menyulitkan tracer study, sebagai contoh di ITB 2 tahun yang lalu, kurangnya pemahaman mengenai Tracer Study, mengakibatkan pelaksanaan Tracer Study langsung dilakukan oleh program study yang berkaitan.

Dan karena kesibukan masing-masing program studi, seringkali analisis tracer study yang dihasilkan tidak optimum.

  • Tahapan berikutnya adalah sosialisasi dan sharing (progresi, kelemahan, dan sebagainya)
2. Agung Sugeng Widodo(Universitas Brawijaya)
  • Bagaimana teknik untuk meningkatkan response rate?
  • Apakah Surveyor Tracer Study adalah volunteer? Bagaimana teknik untuk meningkatkan response rate menggunakan surveyor?
  • Jumlah responden yang kurang menyebabkan analisis yang tidak akurat. Bila dipandang dari sisi responden, pengisian kuesioner Tracer Study bukanlah seuatu kewajiban. Seringkali minimnya motivasi mengakibatkan tidak terisinya borang. Salah satu teknik yang digunakan oleh ITB adalah pengangkatan surveyor. Surveyor merupakan inovasi pelaksanaan Tracer Study. Surveyor bertugas untuk melakukan pendekatan yang baik terhadap responden.
  • Surveyor merupakan perwakilan angkatan yang disurvei. Pengangkatan surveyor menggunakan SK resmi yang ditandatangani wakil rector. Sehingga surveyor mendapatkan hak honor setelah pelaksanaan Tracer Study .
3. Politeknik Negeri Semarang
  • Dibuku Tracer Study ITB terdapat pernyataan bahwa Tracer Study ITB angkatan 2007 memecahkan rekor, Apakah terpecahkannya rekor ini hanya sebatas angkatan yang telah disurvei intern ITB? Ataukah sudah dibandingkan dengan universitas lain?
  • Menurut DIKTI, responden tracer study aalah alumni yang telah lulus 1-3 tahun sebelumnya. Lalu mengapa ITB menggunakan angkatan 2007 untuk Tracer Study 2014?
  • Jumlah Responden Tracer Study 2014 adalah jumlah tertinggi bila dibandingkan dengan responden Tracer Study tahun-tahun sebelumnya maupun jumlah responden Tracer Study di universitas Negara manapun.
4. Purnomo Pujinati(Universitas Diponogoro Semarang)
  • Apakah ada penjejakan kembali untuk alumni yang pernah dijadikan responden Tracer Study di tahun sebelumnya?
  • Di salah satu slide persentasi terdapat pemaparan mengenai alasan mengapa responden tidak bekerja? Dalam pengisian kuesionernya, apakah alasan-alasan tersebut di jadikan pilihan ganda ataukah berupa isian?
  • Target responden Tracer Study setiap tahunnya berubah. Dan bila dilakukan pen-trace-an kembali (Survey Tracer Study ke-2), responden tidaklah mengupdate data diri melainkan mengisikan data diri kembali.
  • Pertanyaan dalam kuesioner ada beberapa yang berbentuk essay dan ada bebrapa yang berupa pilihan ganda. Kuesioner yang dibangun merupakan hasil adaptasi lingkungan ITB.
5. Anne(Universitas Pendidikan Indonesia)
  • Seberapa besar adaptasi instrument Tracer Study ITB terhadap instrument yang disarankan oleh DIKTI?
  • Bagaimana Tracer Study ITB menanggulangi kuesioner tambahan dari program studi-program studi di ITB?
  • Apakah dasar penentuan responden?
  • Kuesioner kami, memberikan space 1 atau 2 halaman untuk menampilkan pertanyaan-pertanyaan tambahan dari program studi, yakni halaman ke -6 dan ke-7.

Pertanyaan program studi tersebut akan muncul sesuai dengan program studi alumni yang sedang melakukan pengisian

  • Sejauh mana data yang dapat diambil dan memberikan hasil yang paling baik (valid) maka range itulah yang dipilih (baik range angkatan maupun range angka tahun kelulusan). Namun berdasarkan kondisi sosial di Indonesia, angkatan lebih erat daripada tahun kelulusan. Melalui media sosial dan perkembangan teknologi lainnya, anggota dalam satu angkatan lebih erat berkomunikasi sehingga penjaringan data dianggap lebih mudah dan bagus. Karakter di Indonesia, angkatan masih sering berhubungan sampai bertahun-tahun sehingga mengakses informasi akan lebih mudah, khususnya di ITB karena terjadi ospek dan reuni sering dilakukan.
6. Fauzi,(Teknik Mesin ITB)
  • Bagaimana cara mengevaluasi kembali data yang telah masuk dari responden? Bukankah dalam pelaksanaanya data diri responden dan data responden yang dibutuhkan oleh pihak Tracer Study dipisahkan?
  • Apakah ada reward untuk meningkatkan response rate?
  • Apakah ada pertanyaan yang berbentuk essay dalam kuesioner Tracer Study?

SARAN :Grafik penggunaan line chart di bab 3, 4 dan 5 tidak tepat. Karena kebanyakan chart tidak ada kepentingan melihat trendnya. Akan lebih baik menggunakan bar chart.

Akan lebih baik jika saran berdasarkan survey Tracer Study juga ditampilkan dalam slide, bukan hanya di buku

  • Tracer Study ITB memiliki data lengkap mengenai data diri dan data lainnya dari responden. Akan tetapi data diri responden tidak di share ke public dan bersifat rahasia, sesuai dengan perjanjian kami dengan responden yang berkaitan.
  • Kiat mendapatkan data responden yang banyak dan valid adalah dengan memanfaatkan surveyor. Tugas utama surveyor adalah meng-update data terbaru. Di tiap angkatan ada surveyor sehingga akses informasi menjadi lebih mudah. Akan lebih sulit jika dari ITB Career Center sendiri menghubungi alumni satu per satu (meminta alamat e-mail, update data rutin, dan sebagainya)
  • Tracer Study ITB menggunakan sistem reward baik untuk responden maupun surveyor.
  • Terimakasih untuk saran yang diberikan, akan kami perbaiki ditahun depan.
7. Mukhlis(Matematika ITB) TANGGAPAN : Pemilihan angkatan sebagai target responden merupakan pemilihan yang dianggap benar.

  • Apakah perlu dilakukan pengkajian ulang untuk penentuan angkatan yang disurvey? Apakah survey Tracer Study dengan selang waktu survey 7 tahun dari ketika angkatan masuk itu merupakan waktu yang optimum?karena untuk akreditasi, contohnya ABET, tracer study dilakukan dengan responden  awal karir (PEO) 3-5 tahun setelah lulus.
  • Pada pemaparan kategori perusahaan, hanya dijelaskan pengelompokkan perusahaan lokal, nasional, dan multinasional tapi tidak dijelaskan mengenai domisilinya

(misalnya anggapan bekerja di perusahaan lokal untuk seseorang yang berdomisili di Malaysia dan bekerja di Malaysia)

  • Apakah alumni menyantumkan sertifikasi pekerjaan ketika menjawab jenis pekerjaan di pengisian kuesioner
  • Tracer Study ITB memiliki data domisili setiap alumni, akan tetapi tidak dipaparkan pada presentasi. Hal ini dikarenakan data domisili belum dianalisis lebih lanjut.
  • Induk kuesioner Tracer Study belum mencakup hal-hal yang berkaitan dengan sertifikasi. Untuk kelengkapan kami, akan kami coba untuk mendata sertifikasi pekerjaan responden di survey berikutnya, Terimakasih untuk tanggapannya
8. Fitra(Universitas Sriwijaya)
  • Terkait survey kepuasan pengguna, apakah tindak lanjut menanggapi gap antara kepentingan dengan kepuasan pengguna
  • Hasil data akan dianalisis dan kemudian di-report. Hasilnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan kampus dalam mengembangkan diri ke depannya.
9. Ihsan(STEI ITB) TANGGAPAN : Dari kacamata program studi, sering kali variasi diberlakukan untuk setiap angkatan, contohnya kurikulum.  Pemilihan angkatan sebagai target responden merupakan pemilihan yang dianggap benar.Salah satu langkah yang perlu dicoba untuk meningkatkan rate responden Tracer Study  adalah memanfaatkan event-event angkatan, seperti Halal biHalal Event-event alumni seringkali hanya dihadiri oleh kelompok-kelompok alumni tertentu, seperti kelompok alumni yang sudah sukses. Sedangkan, survey Tracer Study adalah survey sensal, bukan hanya kelompok tertentu.Terimakasih untuk tanggapan dan sarannya.
10. Kusnandar(Universitas Sebelas Maret)
  • Bagaimana posisi dan peran surveyor? Karena Universitas Sebelas Maret pernah memberlakukan surveyor, akan tetapi pengertian surveyor di universitas ini adalah mendatangi langsung alumni yang belum mengisi kuesioner online untuk melakukan pengisian kuesioner. Karena tersebarnya alumni, kendala yang dihadapi saat melakukan survey tersebut adalah anggaran.
Surveyor sebagai media untuk memvalidasi data. Permohonan pengisian kuesioner hanya dikirim dari kantor secretariat Tracer Study, akan tetapi alamat pengiriman merupakan hal yang sangat penting. Disinilah surveyor mengambil peran, yakni memvalidasi data target responden.Surveyor merupakan perpanjangan tangan Tim Tracer Study, oleh karena itu pengetahuan masing-masing surveyor mengenai tracer study haruslah tinggi.Menghimpun data menggunakan pos atau menghampiri langsung responden sangatlah sulit, dan mengeluarkan biaya yang besar, untuk menanggulanginya permohonan pengisian kuesioner dapat dilakukan menggunakan media sosial.
11. Bambang(Politeknik Negeri Bandung)
  • Apakah kualifikasi surveyor agar mendapatkan surveyor yang mampu mencari data yang diinginkan oleh tim research?apakah harus ketua angkatan?
  • Bagaimana cara mencek validasi data?
Surveyor merupakan perwakilan angkatan, tidaklah harus ketua angkatan.Untuk kemudahan komunikasi, ada baiknya untuk merekrut surveyor yang masih tinggal di dalam negeri.
12. Obed(Universitas Nusa Cendana)
  • Apakah alumni institusi lain dapat memanfaatkan ITB Career Center untuk mencari pekerjaan
Bisa dilakukan dengan mendaftar keanggotaan ITB Career Center. Hanya saja dikenakan biaya bagi universitas lain, sedangkan untuk dalam ITB tidak dikenakan biaya keanggotaan
13. Amin(STEI ITB)
  • Kapan program studi dapat mengakses lebih lanjut mengenai data tracer study? Karena masih banyak data yang perlu digali lebih lanjut mengenai data alumni, seperti tingkat kecocokan perkuliahan dengan pekerjaan.
  • Mengapa dalam survey kepuasan pengguna hanya terdapat responden perusahaan industry? Padahal banyak alumni ITB yang bekerja sebagai akademisi?
  • Berapa persen signifikansi perusahaan yang tergabung di survey kepuasan pengguna? apakah ada pembobotan lebih untuk perusahaan yang 10% karyawannya berasal dari ITB bila dibandingkan dengan perusahaan yang hanya 5% dari karyawan totalnya adalah alumni ITB?
  • Berapa tingkat kepercayaan data survey Tracer Study?

SARAN: Membuat rekapitulasi data Tracer selama 5 atau 3 tahun. Sehingga bisa dilihat kemonotonan datanya

  • Data alumni yang diperoleh Tracer Study sudah cukup lengkap, termasuk dta perusahaan tempat alumni bekerja.

Program studi juga dapat mengakses data alumni tersebut, akan tetapi setelah dipilah terlebih dahulu oleh tim tracer study.

  • Sulitnya mendapatkan responden untuk survey kepuasan pengguna selalu menjadi alasan tidak dilaksanakannya survey tersebut, ITB melihat TKT ITB adalah peluang untuk menanggulangi kendala tersebut. Akan tetapi, akibatnya, responden survey ini terbatas pada perusahaan swasta dan BUMN saja. Kedepnanya akan dicoba untuk mengembangkan responden survey pengguna.
  • Survey tracer study adalah survey sensus bukan sampling sehingga tidak menggunakan tingkat keprcayaan
14. Adib(Institut Sains & Teknologi Nasional Jakarta)
  • Apakah ada tracer study untuk kelas lanjutan/ extension? Karena pada dasarnya tracer study hanya diberlakukan untuk kelas reguler
  • Alumni dari ITB adalah mahasiswa regular ITB. Saran dari kami adalah pengadaan kohort, untuk yang regular dan ekstension
15. Rahmatullah (UI)
  • Mengapa responden dari pelaksanaan Tracer Study adalah angkatan? Karena bila target respondenadalah angkatan, waktu lulusannya beda, masih relevankah?
  • Bagaimana mengkomparasi hasil analisa tracer study ITB bila target respondennya berbeda dengan Perguruan tinggi lain?
  • Salah satu etika pengisian kuesioner Tracer Study adalah tidak memaksa responden untuk mengisi. Akan tetapi mengapa pengisian kuesioner Tracer Study ITB menghasruskan responden mengisi seluruh pertanyaan kuesioner(tidak dapat lanjut ke halaman berikutnya bila terdapat pertanyaan yang belum dijawab)?
  • Kelompok yang dijadikan responden angkatan ataupun kelompok lulusan adalah sebuah pilihan, bukan sesuatu yang mutlak.

Melihat kondisi lingkungan kampus ITB, pemilihan responden dari kelompok angkatan adalah pemilihan yang tepat.

  • Variasi dari tracer study yang dilakukan oleh pendidikan tingi tidak hanya dari kelompok responden, oleh karena itu untuk komparasi perlu dilakukan diskusi lebih lanjut.
  • Jawaban kuesioner yang dibangun oleh Tracer Study dioptimalkan dapat mencakup seluruh kemungkinan jawaban., bahkan pilihan untuk tidak menjawab (dan lain-lain). Oleh karena itu, sehingga alumni dapat tetap mengisi kuesioner meskipun tidak berkenan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

 

 

  • Agenda 3 : Istirahat dan  Makan Siang
  • Agenda 4 : Presentasi Sesi II

Topik 2 : Pemaparan Teknik Dan Metodologi Pelaksanaan Tracer Study ITB

Presenter : Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT

Moderator : Annisa Aditsania M.Si

Tanya Jawab:

No. Nama(Pendidikan Tinggi) Pertanyaan/ Komentar/ Masukan Jawaban / Tanggapan
1. Politeknik Negeri Semarang
  • Apakah Tracer Study ITB hanya diberlakukan sebagai survey alumni S1 ITB?
  • Bagaimana metode cross check dengan perusahaan untuk mempertahankan kredibilitas data mengenai kesesuaian bidang studi dengan pekerjaan?
  • Target responden tracer study ITB sampai saat ini adalah slumni ITB di program S1
  • Pertanyaan kesesuaian bidang studi dengan pekerjaan merupakan pertanyaan yang diajukan baik di survey kepuasan pengguna maupun survey Tracer study. Oleh karena itu sisi pandang dari kedua belah pihak dapat digambarkan.
2.
  • Apakah surveyor dapat melakukan crosscheck data? Sejauh mana keterlibatan program studi dalam pelaksanaan Tracer Study?
  • Adakah feedback dari responden yang telah mengisi kuesioner Tracer Stud?
  • Surveyor tidak dapat mengakses data isian kuesioner alumni lainnya. Surveyor hanya menjadi media penghubung bagi Tracer Study dengan calon responden.
  • Program studi dalam pelaksanaan Tracers Study merupakaan salah satu sumber data awal alumni (calon responden). Program studi juga dapat melampirkan pertanyaan tambahan untuk masing-masing alumninya di survey Tracer Study.
3. Irma(Telkom University)
  • Apa sajakah kriteria surveyor? Apakah surveyor dipilih secara acak?
  • Bagaimana bila prodi (via  pembimbing) dilibatkan dalam pelaksanaan Tracer Study (pembimbing diberlakuakn sebagai surveyor)?
  • Berapa waktu pengisian kuesioner Tracer Study?
  • Surveyor merupakan perwakilan angkatan yang bersedia terlibat menghimpun data teman-teman alumninya selama kegiatan survey Tracer Study untuk angkatannya. Pada awal perekrutan, calon surveyor ditawarkan dan ditanyakan kebersediaanya dengan ditunjukkan terlebih dahulu hak dan kewajiban seorang surveyor. Calon surveyor berhak menolak bila tidak bersedia, namun kondisi tersebut sangat jarang terjadi dikampus ITB.
  • Melibatkan program studi dalam pelaksanaan Tracer Study merupakan usulan yang sangat baik. Akan tetapi perlu dilakukan penyesuaian lebih lanjut dengan survey yang akan ditinjau.
  • Lama waktu pengisian kuesioner tracer study adalah kurang lebih 15 menit.
4. Yenni(Universitas Kristen Maranatha Bandung)
  • Bagaimana cara Tracer Study ITB menghimpun data selama 3 tahun untuk mengamati 1 angkatan ITB?
  • Tracer Study ITB hanya melakukan pengisian kuesioner selama 3 bulan untuk angkatan tertentu, bukan melakukan penelitian selama 3 tahun untuk angkatan tertentu.
5. Dedi(Universitas Lampung)
  • Apakah surveyor memberikan kuesioner bagi teman-teman alumni nya via hardcopy ataupun mencantumkan link pengisian kuesioner?
  • Berapa lama waktu pengisian kuesioner Tracer Study?  Apakah sudah mempertimbangkan tingkat kejenuhan responden mengisi kuesioner karena terlalu banyaknya pertanyaan? Bagiamana dengan tingkat validasinya?
  • Surveyor tidak memberikan kuesioner secara langsung ke alumni yang lainnya. Surveyor hanya meminformasikan mengenai pengisian kuesioner ke alumni dan mengupdate data alumni ke pihak secretariat Tracer Study ITB.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kuesioner Tracer Study ITB adlaah 15 menit. Sistem online yang dikembangkan mampu menyimpan data meskipun data yang diisi alumni belum selesai 100%. Oleh karean itu, bila alumni tidak dapat melanjutkan pengisian kuesioner, karena alasan apapun, alumni dapat langsung keluar dari sistem online tersebut. Dan bila alumni tersebut ingin melanjutkan pengisian kuesioner, sistem hanya akan menampilkan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.
6. Baziedy (Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Yogyakarta)
  • Bagaimana cara menghimpun perusahaan-perusahaan agar mengisi kuesioner untuk survey kepuasan pengguna?
  • Bagaimana cara agar perusahaan hanya memberikan data pengamatan atas karyawan yang berasal dari angkatan tertentu di ITB?
  • Survey kepuasan pengguna dilakukan ketika ITB menyelenggarakan TKT. Sehingga dalam waktu singkat, jumlah responden perusahaan dapat dihimpun. Perusahaan yang tergabung di TKT ITB merupakan perusahaan-perusahaan yang pada umumnya merekrut alumni ITB dalam jumlah yang besar.
  • Penilaian yang diberikan perusahaan tidak terbatas untuk angkatan tertentu. Perusahaan hanya memberikan pendapat mengenai karyawan-karyawannya yang berasal dari ITB.

Topik 3 : Pemaparan Strategi Dan Tips Peningkatan Jumlah Responden Tracer Study

Presenter : Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT

No. Nama(Pendidikan Tinggi)

Pertanyaan/ Komentar/ Masukan

Jawaban / Tanggapan
1. Romi(Universitas Negeri Padang)
  • Bagaimana menanggulangi bergabungnya email blast ke spam responden?
  • Berapa orang tim yang dibutuhkan untuk memulai pelaksanaan tracer study?
  • Berada di range berapakah honor untuk surveyor?
  • Apakah Tracer Study akan berhenti setelah pelaksanaan 3 tahun sama seperti survey kepuasan pengguna?
  • Pada saat surveyor menginformasikan calon responden untuk mengisi kuesioner, bila terdapat responden yang berangapan tidak mendapatkan email permohonan pengisian kuesioner. Maka terdapat dua kemungkinan, yakni email responden sudah tidak valid atau email permohonan pengisian kuesioner masuk ke spam yang bersangkutan.

Reminder pengisian kuesioner Tracer Study di ITB menggunakan gabungan formal oleh tim secretariat  dan informal,oleh surveyor.

  • Pelaksanaan Tracer Study ITB, awalnya hanya dilakukan olh2 orang, yakni Pak Bambang sebagai peneliti dan koordinastor surveyor. Akan tetapi hasil yang didapat tidaklah memuaskan. Hal ini dikarenakan karena tidak adanya sistem dan sarana dan prasarana yang mencukupi. Hasil Tracer Study ITB membaik setelah sistem yang cocok dengan kondisi kampus dibangun, dan dioptimalkan kembali dengan perekrutan surveyor untuk masing-masing program studi.
  • Honor Surveyor Tracer Study ITB adalah Rp1.500.000/ pelaksanaan Tracer Study. Kami juga memberikan bonus bagi surveyor yang bisa menghimpun responden program studinya sampai 90%, yakni melipat gandakan honornya.
  • Tracer Study berbeda dengan survey kepuasan pengguna. Tracer Study ITB merupakan survey yang melembaga yang diberlakukan untuk setiap angkatan di ITB.
2. Agus Budiman(Univeritas Muslim Indonesia Makasar)
  • Apa yang menyebabkan terjadi peningkatan responden setiap tahunnya?apakah disebabkan oleh perubahan metode (hardcopy menjadi softcopy) atau ada alasan lainnya?
  • Adakah dampak pada/dari kurikulum atau angkatan terhadap hasil lulusan
  • Metode survey tidak berubah sejak 2004. Namun di setiap tahun pelaksanaanya, system selalu mengalami proses penyempurnaan.
  • Sampai saat ini. policy mengenai kurikulum yang berasal dari Tracer Study belum ada. Akan tetapi berkat baiknya hasil analisis yang dicapai oleh Tracer Study dan sosialisai mengenai hasil tersebut, tanggapan dan masukan dari pihak-pihak di ITb terus meningkat.
3. Subhan(Politeknik Manufaktur Negri Bangka Belitung)
  • Apakah pebedaan kualitas mahasiswa pendidikan tinggi mempengaruhi jumlah responden?
  • Tidak, karena berdasarkan data IP responden yang mengisi kuesioner dapat dilihat bahwa responden yang mengisi kuesioner bukanlah hanya responden yang memiliki IP tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Lokasi & Jam Layanan

+62 (0)22 - 2509177
Buka: 9.00 - 16.00
Istirahat: 12.00 - 13.00
%d bloggers like this: