Google+

Membuat Resume, CV, Curriculum Vitae

6

April 29, 2013 by theyanirma

Sebetulnya, membedakan CV yang baik dan kurang baik atau CV lebay dan non-lebay itu tidak sulit. Tapi tidak ada yang namanya ‘CV benar’ atau ‘CV salah.’ Kali ini, kami akan memberikan panduan bagi penulisan ‘CV yang baik atau non-lebay’ saja.

Pertama, header atau bagian awal dari CV. Di paling atas, tulis nama Anda dengan font berukuran cukup besar dan menarik perhatian. Tapi ingat, jangan menggunakan huruf berwarna merah ya karena itu tidak sopan, walaupun warnanya menarik perhatian. Lalu letakkan foto di bagian kanan atau kiri atas. Lengkapi dengan nomor ponsel, e-mail, alamat rumah, dan tempat serta tanggal lahir (jika 1) di lowongan kerjanya dicantumkan batas maksimal umur pelamar, dan 2) anda adalah fresh graduate).

Selanjutnya, kita masuk ke isi. Hal yang penting dilihat tentu adalah pendidikan. Tidak perlu mencantumkan TK, SD, SMP. Cukup masukkan SMU dan tempat kuliah mencakup tahun masuk, tahun lulus, serta nilai akhir. Bahkan untuk lulusan D4/S1, seringkali kita tidak perlu mencantumkan pendidikan SMU kita. Apabila Anda pernah magang atau bekerja, masukkan informasi tersebut di bawah informasi pendidikan. Pengalaman berorganisasi bisa ditaruh di tabel paling akhir. Aturannya, pengalaman organisasi yang terkini atau terbaru (recent) ditaruh di paling atas. Itu hukum penulisan CV nomor 1.

  • “Apakah pengalaman bekerja di bidang MLM perlu dicantumkan?”

“Tergantung. Kalau dia melamar untuk posisi sales, bisa jadi pengalaman itu justru dipandang sebagai nilai plus oleh perusahaan.”

  • “Bagaimana dengan mahasiswa yang tidak punya pengalaman bekerja? Apa yang harus ditulis di CV?”

Soft skill. Motivasi. Pengalaman punya proyek di kampus. Pengalaman organisasi intra kampus.”

  • “Bagaimana dengan yang tidak punya pengalaman apapun karena tergolong sebagai mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah-pulang)?”

“…”

[Beberapa pertanyaan dalam sesi tanya jawab pada Saturday Lesson (Career Information Session) yang diselenggarakan oleh ITB Career Center]

Itulah, teman-teman, mengapa para dosen Anda selalu menekankan pentingnya berorganisasi.

Sebaliknya, yang terlalu aktif berorganisasi pun tidak perlu mencantumkan seluruh riwayat organisasinya. Hukum menulis CV nomor dua, KISS: keep it short and simple. Lima aktivitas terkini sudah cukup, tidak perlu memuat lima belas apalagi puluhan pengalaman kepanitiaan. Sampaikan dalam bullet points yang lebih mudah dibaca dibandingkan dengan dalam bentuk paragraph.

Hukum menulis CV nomor tiga, taruh fakta di atas fiksi. Misalnya, hindari menulis “menguasai Ms. Excel” di CV padahal Anda belum pernah melakukan Vlookup, Hlookup, dan lain-lain. Percayalah, semua yang Anda tulis di sana kelak akan diverifikasi. Begitu Anda tidak bisa menjelaskan apa yang tertulis di CV, tamatlah riwayat Anda.

Hukum menulis CV nomor empat, jika memungkinkan, tulislah dalam bahasa Inggris. Bukannya kontra-nasionalisme, hanya saja saat ini kita sekarang berada di era global. Terlepas dari hal itu, jika lowongan yang anda lamar ditulis dalam Bahasa Inggris, anda harus menulis CV dalam Bahasa Inggris juga. Bolehkah menjiplak dari CV berbahasa Inggris orang lain yang bagus? Hati-hati. Apa yang Anda tulis di CV akan melambungkan ekspektasi pewawancara tentang kemampuan berbahasa Inggris Anda. Write what you can handle later. Jangan sampai anda menulis CV yang sangat bagus, tapi ketika diwawancara dalam Bahasa Inggris jawaban anda, “…” (lalu terdengar bunyi jangkrik di latar belakang).

Hukum menulis CV nomor lima, perhatikan nama perusahaan tempat Anda mengirimkan lamaran. Jangan sampai salah menulis nama perusahaan, baik pada saat mengirim surat lamaran berbentuk hard copy maupun soft copy. Apabila mengirim lewat e-mail, jangan mengirim ke beberapa alamat HRD perusahaan sekaligus sebab otomatis perusahaan akan tahu praktek “pukat harimau” a la pencari kerja seperti itu. Bagi perusahaan, tidak peduli Anda lulusan perguruan tinggi mana, Anda akan langsung dicoret dari daftar.

Hukum menulis CV nomor enam, masukkan spesifikasi bidang karier yang ingin Anda geluti dan berkorelasi dengan posisi pekerjaan yang sedang diincar. Kaitkan dengan kemampuan yang Anda miliki. Sekali lagi, hanya masukkan kemampuan yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya, hindari mencantumkan soft skill seperti “outgoing” ketika melamar sebagai financial analyst karena itu relatif bertentangan dengan kecenderungan perusahaan mencari analis yang berkarakteristik “introvert”. Jadi, kustomisasikan CV dengan pekerjaan. Jangan asal membuat satu template CV untuk dikirim ke seluruh lowongan pekerjaan yang Anda incar.

Apalagi yang bisa dilakukan untuk meng-upgrade CV? Sertifikasi! Kalau Anda telah memiliki sertifikat keahlian yang sekiranya bermanfaat membantu Anda bekerja, jangan lupa untuk memasukkannya ke dalam CV. Bahkan, tak jarang perusahaan yang mensyaratkan sertifikasi tertentu untuk beberapa lowongan pekerjaan. Tentunya ini akan menjadi competitive advantage tersendiri untuk Anda.

Dalam menulis CV, gunakan font yang mudah dibaca seperti Arial, hindari penggunaan font lebih dari satu jenis dan format italic. Semua ini semata-mata demi kemudahan untuk dibaca. Ingat bahwa CV dibuat dengan tujuan dibaca, bukan untuk ekspresi seni. Kecuali kalau Anda memang melamar untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas tinggi seperti desainer.

Foto Anda di dalam CV pun menjadi salah satu faktor penentu. Di sini berlaku prinsip “kesan pertama begitu menggoda”. Pasanglah pose terbaik Anda dengan dresscode formal namun bergaya santai. Pikirkan baik-baik, you are ‘selling’ yourself. Pastikan penampilan Anda rapi, atraktif, namun terkesan profesional.

Setelah CV dinyatakan lolos seleksi dan Anda dipanggil mengikuti wawancara, ingatlah bahwa Anda memiliki hak untuk bertanya. Anda bisa menelepon perusahaan untuk meminta berbicara dengan manajer SDM. Beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan yaitu, “Boleh saya tahu saya sedang berbicara dengan siapa?”, “Boleh saya tahu siapa yang akan mewawancarai (nama dan jabatan), lokasi serta jadwal wawancara?”, “Boleh saya tahu jumlah pelamar yang berpartisipasi di dalam tes wawancara?”, jangan lupa mengakhiri dengan, “Mohon maaf apabila saya banyak bertanya.”

Demikian!

6 thoughts on “Membuat Resume, CV, Curriculum Vitae

  1. saya kesulitan buat cv online

  2. fauzy ahmad says:

    trims sebelumnya..saya masih bingung apakah cv dengan resume berbeda? dari beberapa informasi ada yang bilang beda dan ada yang bilang sama

  3. Anugrah says:

    Sangat bermanfaat, dan cukup ditail. Baru tahu ternyata ada hukum-hukumnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Lokasi & Jam Layanan

+62 (0)22 - 2509177
Buka: 9.00 - 16.00
Istirahat: 12.00 - 13.00
%d bloggers like this: