Google+

Tiga Kesalahan Wawancara (2 dan 3): Tidak Mengenali Perusahaan

Leave a comment

April 15, 2013 by theyanirma

Kesalahan nomor dua pada tes wawancara yaitu tidak mengetahui company profile dan gambaran umum industri di mana perusahaan beroperasi. Padahal, seberapa sulitnya menghabiskan lima menit untuk membaca company profile dan gambaran umum industri yang sedemikian mudahnya diakses melalui internet? Seharusnya mudah. Alhasil, pewawancara pun merasa kecewa karena pelamar kerja tidak dapat memenuhi ‘tuntutan’ dasar ini.

Tes wawancara adalah proses pendekatan dari pewawancara, yang mewakili perusahaan, kepada pelamar kerja. Ibarat dalam hubungan asmara, yang Anda harus lakukan adalah membuka diri sehingga pihak yang sedang mendekati dapat mengetahui lebih lanjut tentang diri Anda. Jangan malah menutup diri apalagi membuat pihak yang sedang mendekati menjadi hilang feeling. Berikan sinyal kepada pewawancara yang berisi pesan, “Saya pantas direkrut, saya siap untuk bekerja di posisi ini.”

Kesalahan nomor tiga adalah zoning out, alias kehadiran fisik yang nyaris tidak diikuti oleh kehadiran pikiran. Lagi-lagi, saya sering menemui pelamar kerja yang seakan tidak tahu apa yang dia lakukan di tempat wawancara. Pikirannya mengawang-awang, jawabannya melenceng ke mana-mana.

Terlihat dan terkesan pintar ternyata tidak menjadi jaminan berhasil di wawancara. Banyak lulusan dengan IPK tinggi namun gaya bahasanya acak-acakan atau bahkan hanya menjawab seperlunya. Pertanyaan “Apa motivasi Anda?” dijawab seperlunya dengan, “Mencari kerja, Pak.” Sampai-sampai saya punya julukan khusus untuk mereka: MATEKS (mati ekspresi). Tidak tersenyum, tidak cemas, datar-datar saja baik intonasi, ekspresi, maupun semangat.

Yoseph Yudi Ajikasih (Recruitment Manager Commonwealth Bank)

dalam Saturday Lesson #1 di ITB Career Center 12 Mei 2012

Sebenarnya ada banyak sekali seminar, pelatihan, sampai dengan handout di internet yang bertema “How to prepare for interview”, “How to present your CV”, dll, namun masih banyak sekali pelamar kerja yang terjebak jatuh ke lubang yang sama. Di antaranya adalah tiga kesalahan umum wawancara yang  tadi disebutkan. Ironisnya, tidak sedikit di antara pelamar yang terjebak tersebut adalah lulusan perguruan tinggi ternama dengan IPK nyaris 4 dan sebenarnya mereka melek internet.

Wawancara adalah kesempatan untuk menunjukkan talenta, kemampuan, dan berbagai nilai tambah lainnya yang ada pada diri Anda. Tiga kesalahan yang tidak boleh dilakukan seumur hidup: (1) memilih sekolah, (2) memilih pasangan hidup, (3) memilih pekerjaan. Bagi perusahaan, meminimasi risiko kesalahan nomor tiga adalah hal krusial. Salah memilih orang yang tepat bisa-bisa berujung pada tingginya employee turnover di suatu perusahaan. Tingginya employee turnover tentunya menelan biaya, membuang waktu, dan berpotensi menghambat laju pertumbuhan perusahaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Lokasi & Jam Layanan

+62 (0)22 - 2509177
Buka: 9.00 - 16.00
Istirahat: 12.00 - 13.00
%d bloggers like this: