Google+

Wawancara Titian Karir Terpadu di KLCBS (12/10/2012) – Selesai

Leave a comment

March 8, 2013 by theyanirma

…sebelumnya

Peresmian Integrated Career Days di SABUGA (12/10/2012)

Peresmian Integrated Career Days di SABUGA oleh (kiri ke kanan) Direktur ITB Career Center dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB (12/10/2012)

Q: Pertanyaan selanjutnya, “Di mana kita bisa melatih soft skill? Sejauh apa Lembaga Kemahasiswaan dapat meningkatkan soft skill?”

A: Soft skill bersifat susah-susah-gampang sebetulnya. Meningkatkan hard skill bisa dilakukan lewat kuliah, tugas, dan sejenisnya. Sebaliknya, meningkatkan soft skill tidak sesederhana itu. Harus melalui pelatihan secara terus-menerus. Misalnya, Lembaga Kemahasiswaan ITB menaungi sekitar 80 unit kegiatan mahasiswa. Yang sifatnya kesenian ada sekitar 50 UKM, ada juga di bidang olahraga, dll. Di sana, mahasiswa belajar berorganisasi. Bagaimana caranya berkomunikasi, menjadi pemimpin, rapat, semua itu adalah bagian dari pembelajaran soft skill. Kalau mereka hanya duduk di kelas, belajar demi mendapat nilai bagus di ujian, itu tidak cukup. Perusahaan pun tidak terlalu suka dengan yang seperti itu. Saat ini, selain transkrip akademik, ITB menyediakan pelengkap berupa transkrip aktivitas kemahasiswaan yang dikeluarkan oleh Lembaga Kemahasiswaan. Isi transkrip aktivitas kemahasiswaan ini, sesuai dengan namanya, memuat partisipasi mahasiswa yang bersangkutan di suatu UKM. Nilai di transkrip tersebut bukan A-B-C sebagaimana transkrip akademik tetapi komentar dari kakak angkatannya dan sederet check list. Ini merupakan langkah ITB untuk mendorong mahasiswa agar tidak hanya sekedar kuliah tetapi juga aktif di UKM yang secara tidak langsung adalah wadah pembelajaran soft skill.

Q: Berarti memang benar bahwa soft skill itu penting ya, Pak. Saya pernah mendengar kalau di luar negeri, hobi mahasiswa seperti backpacking pun mendapat poin tersendiri saat melamar pekerjaan. Jadi, soft skill memang dipertimbangkan oleh perusahaan dalam menerima lamaran job seeker.

A: Betul sekali. Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang-orang yang kemudian sukses adalah mereka dengan soft skill yang baik.

Q: Di Integrated Career Days ini, tadi Pak Bambang menyebutkan ada career counseling. Fasilitas apakah itu?

A: Betul. ITB Career Center sebenarnya punya 12 layanan, misalnya informasi job vacancy, online job application, campus recruitment, dll. Mahasiswa/alumni ITB bisa memanfaatkan faislitas career counseling setiap Kamis dan Jumat sore di kantor kami. Khusus untuk Career Days, kami membuka satu booth tersendiri untuk career counseling yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja secara gratis. Apa saja yang berhubungan dengan karier bisa dikonsultasikan kepada para psikolog yang bertugas di sana. Setiap hari ada lima psikolog yang stand by di booth di Titian Karir terpadu. Beberapa contoh pertanyaan yang bisa diajukan yaitu, “Pekerjaan apa yang cocok untuk saya?”, “Mengapa saya tidak pernah dipanggil meskipun sudah berkali-kali interview?” Booth untuk career counseling ini berukuran 6X9 meter, ada dua bilik untuk konseling individu dan dua meja bundar untuk konseling kolektif.

Q: Apakah waktu untuk konsultasi dibatasi?

A: Tidak dibatasi. Tinggal datang, daftar, lalu mengantri.

Q: Oke. Bisakah Bapak memberikan gambaran tentang persaingan antar job seeker?

A: Menurut saya, yang penting sebetulnya kita harus percaya diri. Job seeker itu ada banyak sekali apabila dibandingkan dengan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia. Perkiraan kami, jumlah pengunjung yang datang sampai dengan hari ketiga akan lebih dari 20,000. Akan tetapi, lowongan yang dibuka mungkin kurang dari 2,000. Bisa dibayangkan seperti apa persaingannya. Jadi, mungkin saja ada kasus di mana job seeker sudah datang beberapa kali ke job fair yang berbeda tetapi tetap tidak mendapatkan pekerjaan. Potret (lapangan kerja) Indonesia memang seperti itu. Banyak orang mencari kerja, atau yang sudah bekerja pun seringkali mencari peluang karier yang lebih baik. Berarti, saingan para job seeker bukan hanya fresh graduate tetapi juga yang sudah berpengalaman.

Untuk itu, penting untuk mengetahui siapa diri kita. Kompetensi kita ada di mana? Kita punya kelebihan apa, kekurangannya apa? Hal-hal seperti ini lebih bagus kalau dikonsultasikan. Sepintar apapun seseorang, kalau pekerjaannya tidak cocok, tidak bisa (berkembang). Nggak match. Karena pekerjaan punya karakter sendiri, di mana orang yang bisa masuk ke dalamnya adalah orang yang paling cocok. Kalau tidak cocok, yang ada kita justru tersiksa dan merasa terbebani.

Setelah jelas minat kita, kelebihan-kelebihan itu bisa ditulis di CV. Singkatnya, kunci mencari kerja adalah kita mengenali diri sendiri, cari tahu minat kita, lalu incar pekerjaan yang sesuai. Dengan demikian, CV berbobot dengan panjang tidak lebih dari dua halaman pun jadi. Hati-hati dengan CV, sebab CV yang asal-asalan akan langsung tersingkir. Pada Titian Karir Terpadu tahun lalu, PT Astra International Tbk mendapatkan lamaran sebanyak 6,000 CV pada dua hari pertama. Padahal, lowongan kerja hanya tersedia kira-kira untuk 200 posisi. Bayangkan sepusing apa HRD mereka. Mereka juga manusia, mereka juga kelelahan. Begitu CV asal-asalan atau terlalu panjang, besar kemungkinan mereka tidak akan membaca sampai selesai.

Foto juga harus bagus. Kualitasnya bagus, wajah senyum, pose santai tetapi sopan. Jadi, semua (yang merepresentasikan diri job seeker) harus serba bagus dan menarik. Dibilang narsis, memang harus narsis agar bisa mendapatkan panggilan interview. Sebab, kita sedang bersaing di situ. Asalkan kita tetap jujur dengan apa yang kita miliki (tidak berbohong di CV). Percaya diri, jangan gugup, berpakaianlah dengan  rapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Archives

Lokasi & Jam Layanan

+62 (0)22 - 2509177
Buka: 9.00 - 16.00
Istirahat: 12.00 - 13.00
%d bloggers like this: